Tim penilai dari Provinsi, kemarin datang ke sekretariat sekaligus turun lapangan secara langsung. Kedatangan tim ke Kota Batu, itu setelah melakukan penilaian Karang Taruna di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yang juga lolos masuk tujuh besar tingkat Provinsi. ‘’ Kami sudah mengikuti seleksi administrasi, dan syukur bisa lolos hingga tujuh besar tingkat Provinsi. Karang Taruna GEMPAR, tentunya sangat berharap seperti Karang Taruna desa / kelurahan lain Kota Batu yang cukup berprestasi di tingkat Jatim maupun nasional,’’ ungkap Syaifullah, Ketua Karang Taruna GEMPAR. Menurutnya, ada tiga program yang selama ini dijalankan Karang Taruna di bawah koordinasinya. Yakni, sosial kemasyarakatan, usaha kemasyarakatan sosial dan usaha ekonomi kemasyarakatan. Usaha sosial kemasyarakatan, diantaranya dengan melakukan santuan kepada anak yatim piatu atau kurang mampu. Usaha kemasyarakatan sosial, dilakukan dengan donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali. Sedangkan usaha ekonomi kemasyarakatan, berupa budidaya jamur, membatik, usaha rafting, dan budidaya strawberry. Dalam melakukan budidaya jamur, anggota pihaknya menjalin kemitraan dengan SMKN 2 Batu. Sedangkan untuk usaha batik, menggandenng Batik Raden Wijaya. Untuk rafting bermitra dengan bersama Kaliwatu. Sedangkan budidaya strawberry, sudah dilakukan dengan menanam 3000 bibit. ‘’Anggota mendapatkan banyak keuntungan dalam bermitra itu. Selain belajar dalam dunia usaha, mereka juga mendapatkan penghasilan. Langkah ini tentu mengurangi angka pengangguran di Desa Pandanrejo. Sedangkan anggota kami sebanyak 4000 orang, dan yang aktif ikut mengurusi semua unit usaha itu sebanyak 2000 orang,’’tambahnya. Ketua Karang Taruna Kota Batu, Simon Purwo Ali menjelaskan, Karang Taruna dari desa/ kelurahan di kota ini memiliki prestasi dari tahun ke tahun. Karang Taruna Dadaprejo, misalnya, meraih predikat terbaik nasional tahun 2007. Sedangkan Karang Taruna Giripurno dan Temas, pernah juara III terbaik Jatim. |
Senin, 27 Juni 2011
Karang Taruna Gempar Masuk Nominasi
Kamis, 23 Juni 2011
Masuk SMA, Tes Urine Dulu
Tes urine itu dilakukan atas permintaan beberapa sekolah SMA di Kota Batu, dan bebas dari narkoba jadi salah satu persyaratan mendaftar ke sejumlah SMA itu. ‘’ Kami ingin mengetahui, apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak sebelum masuk SMA. Saya kira wajar sekolah meminta anak-anak tes urine terlebih dahulu, karena ingin mendapatkan generasi yang bebas narkoba,’’ ungkap Ketua Pelaksana Harian BNN Kota Batu, AKBP Sanusi Sahlan. BNN bekerja sama dengan dokter dan laboratorium medis, untuk mengecek kandungan urine anak-anak yang bakal masuk SMA itu. Meski seseorang pernah dan telah berhenti mengonsumsi narkoba dalam kurun waktu tiga bulan, tetap bisa diketahui melalui tes urine itu. ‘’Kalau obat yang dikonsumsi memiliki kadar tinggi, semuanya tetap akan kelihatan meski dia sudah berhenti selama tiga bulan,’’ tambah mantan Kapolsekta Klojen Kota Malang ini. Selama ini, BNN sendiri sangat aktif dalam melakukan pencegahan penggunaan narkoba di kota ini. Dan tes urine untuk anak-anak tersebut, baru dilakukan tahun ini. Sebelumnya baru sebatas penyuluhan ke sekolah-sekolah agar para siswa semakin menjauhi narkoba. Bahkan, BNN juga merencanakan membentuk satgas anti narkoba di sekolah dengan anggota para siswa. Caranya, beberapa siswa yang dipilih akan diberikan pengetahuan khusus mengenai obat-obat terlarang sampai cara mengenali ciri-ciri anak yang mengonsumsi narkoba. Jika satgas tersebut punya pengetahuan semacam itu, dia bisa mendeteksi secara dini pengguna narkoba atau zat terlarang di sekolahnya. Mereka tidak perlu memberikan pertanyaan kepada anak yang mengonsumsi narkoba, namun akan tahu dari sifat. ‘’Nanti ada enam sekolah yang akan menjadi pilot project keberadaan satgas narkoba ini,’’ tandasnya. |
Senin, 13 Juni 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
