Asal usul Desa Oro-oro ombo menurut bapak Nyoto (50 thn) warga asli dari Desa ini, Oro-oro Ombo mempunyai arti, Oro-oro yang berarti tanah kosong dan Ombo yang berarti luas, jika di simpulkan Oro-oro ombo adalah tanah kosong yang luas. Orang pertama kali yang di ijinkan pemerintah belanda untuk membuka hutan adalah Brodjodentho berasal dari kerajaan Mataram karena suatu hal merantau ke daerah Jawa sebelah timur, beliau menanami hutan yang di buka hanya sedikit,Sedangkan ladangnya yang dapat di tanami jagung lebih luas, hingga ladang yang lebih luas yang di babat itu di beri nama Desa Oro-oro ombo, karena ingin mendapat tanah yang dapat di tanami padi Pak Brodjo melanjutkan pembabatannya ke sebelah timur, dan menemukan pohon mangga yang rindang dan di bawahnya ada seekor Harimau putih besar yang sedang duduk.
Sekilas di ketahui ada anggota tubuhnya yang besar sebelah dalam bahasa Jawa Kopek, akhirnya daerah tersebut dinamakan Poh Kopek (pohon Mangga dan Harimau yang tubuhnya besar sebelah).
Menurut bapak siswanto (ketua RW 03 Desa Oro-oro Ombo) warga desa sangat memegang teguh kepercayaan kepada leluhurnya ini bisa di lihat dari di gelarnya tiap tahun bersih desa/selamatan desa setiap senin Pahing bulan Jawa: Besar.
Tempatnya di bawah pohon besar di dekat pesarean (makam) orang yang berjasa memajukan desa ini saudara Brodjodentho yaitu Sentono, slametan desa di pusatkan di punden (bahasa Jawa) yang artinya tempat teduh di dekat pesarean / makam yang di bawahnya dibuatkan tumpukan bebatuan untuk tempat sesaji (tumpeng sembolin) dan membakar dupa/kemenyan. Karena tempat itu merupakan tempat sesaji (Jawa mundhi = memuja) akhirnya di sebut dalam bahasa Jawanya Punden.Pada thn 1913 keturunan (cucu) dari Brodjodentho yang bernama Singo Leksono diangkat oleh pemerintah belanda sebagai kepala desa (disebut petinggi) Oro-oro Ombo sekaligus merangkap sebagai Aris (koordinator desa) meliputi tiga desa yaitu : Oro-oro ombo, Tlekung, dan Beji (red. KIMWARKOPMBATU).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar