
Perilaku masyarakat Kota Wisata Batu adalah segala tindak-tanduk yang berkembang di kehidupan masyarakat Kota Wisata Batu. Perilaku tersebut menyangkut kehidupan sehari-hari, faktor kemampuan anggota masyarakat dalam mengembangkan budaya lokal dan mampu menterjemahkan seni budaya itu dalam kemampuan individu masyarakat. Bahkan perilaku itu merupakan refleksi penguasaan dan penguatan kemampuan berbudaya itu yang nantinya akan menjadi penentu perkembangan budaya pariwisata di daerah tersebut, termasuk penguatan perilaku budaya pariwisata di Kota Wisata Batu. Demikian dipaparkan Prof.Dr.H. Sam Abade Pareno MM, guru besar Universitas Dr Soetomo Surabaya dalam Seminar Kepariwisataan di Gedung Kesenian Kota Wisata Batu beberapa hari lalu.
Perilaku budaya tersebut, menurut Sam, paling tidak adalah pada individu masyarakat sebagai pelaku budaya itu sendiri mampu menguasai salah satu produk budaya lokal di Kota Wisata Batu, seperti mampu mempraktekkan tari sembromo yang asli berasal dari kota wisata Batu, atau mampu memproduksi kerajinan khas daerah dan sebagainya. “Hal inilah yang akan mampu menguatkan perilaku budaya tersebut sebagai produk industri pariwisata,” katanya. Perilaku budaya masyarakat, lanjutnya, memang sangat menentukan dalam menunjang kepariwisataan, khususnya bagi masyarakat di Kota Wisata Batu. Dan perilaku itu dimulai dari pola piker (pattern of thinking) dan pola sikap (pattern of attitude). Kedua pola ini menjadikan masyarakat kita memiliki pola perilaku, terutama perilaku budaya pariwisata. Indonesia yang memiliki obyek wisata sangat banyak tidak melahirkan kerangka berpikir dan kerangka bersikap untuk melestarikannya, apalagi mengembangkannya menjadi suatu industri. “Bahkan sebaliknya, mengabaikan keindahan alam yang dianugerahkan oleh Allah, tetapi justru merusaknya,” ujar Sam.
Oleh karena itu, tandasnya, jika ingin menguatkan perilaku budaya pariwisata, terutama bagi masyarakat Kota Wisata Batu, maka perlu dilakukan beberapa hal yaitu, pertama, sejak usia dini, melalui dunia pendidikan anak usia dini PAUD, disosialisasikan ‘Cinta Wisata’. Kedua, mulai tingkat SD dan setaranya sampai dengan SMA dan setaranya, diharuskan adanya kunjungan wisata baik yang dekat maupun yang relative jauh. Untuk yang dekat minimal 2 kali dalam setahun, yang relative jauh minimal sekali dalam setahun. Sekaligus ini menumbuhkan ke4sadaran geografi Indonesia. Ketiga, Perlu dipertimbangkan jurusan kepariwisataan, yang mungkin dapat merupakan salah satu jurusan dalam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ataupun Fakultas Ilmu Budaya. Keempat, Secara umum perlu ditetapkan strategi kepariwisataan, yang diantaranya membentuk manusia Indonesia yang mencintai keindahan, menggemari berbagai budaya di daerah-daerah, menyukai sejarah. Kelima, Mengoptimalisasi pendidikan karakter masyarakat yang terbuka, menghargai tamu, menjaga keharmonisan alam. Keenam, setiap siswa minimal harus menguasai 1 tari tradisional, 1 lagu daerah, dan 1 bahasa daerah.
Kalau berbagai poin seperti diatas bisa diterapkan, maka perkembangan budaya pariwisata akan menguat dan menjadi produk industri pariwisata di setiap daerah, terutama di Kota Wisata Batu. Berlatar itulah, Sam menegaskan bahwa penguatan perilaku budaya sangat menentukan perkembangan sebuah industri pariwisata itu sendiri. Dan itu akan berefek positif terhadap keberhasilan pariwisata dan perkembangan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Sam Abede menggarisbawahi tentang potensi yang sangat besar akan dunia pariwisata di Indonesia, haruslah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara menyeluruh. Karena mengingat pariwisata menjadi penyumbang devisa Negara yang siknifikan. Dia merinci, berdasarkan sumber data Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2008 bahwa pada 2008 telah masuk menyumbang US $ 7,6 miliar atau sekitar Rp. 91 triliyun, meningkat dibanding tahun 2007 yang hanya US $ 5,3 miliar. Sedangkan data dari pusat statistic, pada tahun 2010 sampai desember meningkat tajam yaitu 8,1 juta wisatawan manca Negara telah berkunjung ke Indonesia. “Peluang inilah yang harus kita tangkap, untuk berperan menjadi subyek pariwisata, tidak hanya obyek saja,” pungkas Sam.

MALANG- SMAN 5 Malang adalah sekolah yang mendapat kepercayaan dari Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA BI) pada tahun 2007 dan pada tahun ini memasuki tahun keempat. Sejak 2008 lalu sertifikat ISO sudah diterima oleh sekolah yang beralamat di Jalan Tanimbar 24 ini. Diawali dengan ISO 9001:2000 dan kemudian ditingkatkan menjadi ISO 9001:2008. Sertifikat ini diberikan oleh lembaga sertifikasi Bureau Veritas. 
BATU – Masih maraknya tabung elpiji ngowos, terutama untuk ukuran tiga kilogram, kian mendorong semangat ibu-ibu mengikuti sosialisasi. Mereka pun aktif dalam pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Songgoriti Gang Macan, Kelurahan Songgokerto, Kamis (26/5) kemarin.
KINI Kota Batu tidak hanya memiliki Crematorium Panca Budhi di Kecamatan Junrejo. Namun, tempat pembakaran jenazah semacam itu juga usai dibangun umat Hindu di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.
BATU – Sebanyak 19.820 siswa SD di Kota Batu, mulai Jumat kemarin menerima pembagian tas gratis dari Pemkot. Secara simbolis, penyerahan tas itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Eddy Rumpoko kepada perwakilan 10 siswa bersamaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Stadion Brantas, kemarin. 











BATU – Pengcab PSSI Kota Batu, mulai melakukan screening terhadap calon pemain sepakbola usia dini yang akan mengikuti Liga Anak (SD/MI) Kajari Cup, awal Juni mendatang. Liga Anak tersebut, bakal melibatkan 1200 pemain dari seluruh SD dan MI di Kota Batu.
BATU – Warga Kota Batu meminta gedung kesenian Mbahtu Aji Art Center, harus dimanfaatkan secara maksimal demi pengembangan seni di kota wisata ini. Masalahnya, pembangunan tersebut sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar sehingga akan sia-sia jika dipergunakan dengan baik.
BATU – Jiwa kewirausahaan (entrepreneur), tidak cukup hanya diberikan guru kepada siswa dengan praktek membuat produk terus-menerus. Sebaliknya, agar mempunyai hasil maka mindset atau jiwa tersebut harus ikut ditanamkan kepada calon-calon wirausahawan.
BATU – Launching Alun-alun Kota Batu, Sabtu (7/5) malam lalu berlangsung sangat meriah. Puluhan ribu orang mendatangi kawasan alun-alun hingga jalan-jalan utama di pusat kota wisata ini. Aneka hiburan hingga pesta kembang api semakin menyemarakkan launching akhir pekan kemarin.
Melihat perkembangan anak yang semakin pesat di usia emasnya tentu membuat para orang tua bahagia. Untuk menyempurnakan pertumbuhannya di masa emas tersebut, para orang tua pun memasukkan anaknya ke sekolah terbaik yang ada. Maka jangan heran jika sekolah-sekolah persiapan seperti kelompok bermain semakin digandrungi oleh masyarakat perkotaan.
Anak yang pemalu dan penakut bisa diidentifikasi dari perlakunya sehari-hari yang cenderung diam dan malu-malu. Namun tidak berarti anak yang aktif di rumah bukan termasuk tipe anak pemalu dan penakut.
Memiliki anak pemalu dan penakut tentu bukan keinginan setiap orang tua. Namun jika terjadi pada Anda, bukan berarti Anda akan menerimanya begitu saja. Para orang tua masih bisa mengubah perilaku anaknya sebelum akhirnya menjadi sifat yang dibawa hingga dewasa.
Untuk membantu anak menghilangkan sifat pemalu dan penakutnya, sekolah juga bisa melakukan terapi tertentu. Bahkan terapi yang dilakukan di sekolah bisa membantu banyak karena anak bisa langsung mempraktikkannya.
KAUM pria tidak boleh memandang sebelah mata politisi perempuan, dalam berkiprah di bidang politik. Sebaliknya Parpol harus memberi kesempatan wanita untuk berkarir seluas-luasnya, karena politik kaum hawa ini tidak akan kalah dengan para lelaki.
PDAM Kota Batu, Senin kemarin me-launching Zona Air Minum Prima (ZAMP) atau air langsung minum. ZAMP diletakkan di ruang publik Alun-alun, sehingga bisa dinikmati pengunjung taman rekreasi keluarga itu kapan saja.
SEBUAH sejarah diukir PSSI Pengcab Kota Batu, dengan menggelar menggiring seribu bola dengan rute sepanjang 2 Km dari Jalan Diponegoro menuju Alun-alun, hari Senin (2/5) ini. Menariknya, seribu peserta juga diajak minum susu bersama Wagub Jatim maupun Muspida Kota Apel ini. Tekadnya, kegiatan itu sebagai tonggak sepak bola prestasi dari kota dingin ini.